Tuesday, August 18, 2015

Review Vendor Lamaran Dilla - Aldis

Halo Assalamualaikum!

Seperti apa yang saya bilang di postingan sebelumnya. Kali ini saya akan ngebahas vendor yang saya pilih untuk proses khitbah tanggal 1 Agustus kemarin. Semua persiapan untuk lamaran ini saya dan Aldis yang persiapkan bersama. Para orang tua kami menjadi advisor. Alhamdulillah, meskipun mungkin terdapat banyak kekurangan, kami puas dengan apa yang sudah menjadi pilihan kami. :)

Nah, Setelah Papa-Mami setuju dengan tanggal yang Aldis dan orang tua Aldis propose, kita mulai ngider untuk survey nyari vendor di daerah Bogor dan sekitarnya. Kenapa Bogor dan sekitarnya sih? Karena sebenarnya saya lebih familiar sama Kota Bogor ketimbang Depok hehehe. Dari TK sampai SMA sekolah di Bogor, teman-teman pun banyak banget yang tinggal di Bogor. Yaudah deh...

Dan… berdasarkan hasil survey, baca review orang-orang di internet dan nanya sama temen-temen, inilah vendor yang akhirnya kita pilih:


Tenda: Kresna Decoration
Buat orang Bogor, kalau denger kata “tenda” pasti ingetnya Kresna Decoration. Karena dia memang salah satu sepuhnya vendor tenda dan dekorasi di Bogor. Kunjungan kami ke Kresna Decoration sebenarnya tidak sengaja, habis Aldis mengisi workshop di Universitas Pakuan, saya ngajak Aldis meeting untuk ngomongin budget lamaran dan nentuin Vendor, eh setelah meeting ternyata kita masih punya waktu beberapa jam untuk kunjungan ke vendor langsung. Akhirnya kita tentuin buat ke Kresna Decoration. Yah, sebenarnya juga karena Kresna Decoration doang vendor yang buka di hari Sabtu siih, hehehe.

Pas datang ke Kresna Decoration, kami berdua diarahkan untuk menemui bagian Marketing-nya yaitu Mba Lenny. Orangnya baik dan solutif (saya gak pake kata “banget” karena inilah tugasnya orang Marketing yah). Untuk tanya-tanya lebih detail ke Mba Lenny juga bisa lewat SMS, tenang aja, bakal direspon dengan cepat kok.

Dari segi kreasi tenda, Kresna Decoration top markotop… mereka menawarkan beberapa pilihan kreasi tenda, mulai dari yang mewah banget sampai yang simple tapi tetap terlihat elegan. Untuk harga juga cukup budget-friendly sih menurut saya, nah teman-teman bisa main di warna saja jika memilih tenda dengan 1 warna.

Proses deal-deal-an harga saya lakukan bersama si Mami di pertemuan kedua saya dengan Mba Lenny, berhubung si Mami kaaan orangnya jago tawar-menawar banget hehehe. Dan saya berhasil mendapatkan item di bawah ini dengan harga yang cukup kompetitif!
-                 24m2 Tenda Exclusive 1 Color warna merah marun
-                 Kursi Futura denga cover dan pita warna merah marun
-                 Hanging Fan 2 pcs untuk dipasang di tenda
-                 Cooling Fan 1 pcs

Dan, yang membuat saya satisfied dengan Kresna Decoration, mereka cukup siap menghadapi schedule weekend yang padat lho. Acara lamaran hari Sabtu, Mba Lenny request kepada saya untuk pasang tenda sejak hari Rabu karena Kresna banyak acara di weekend.. Untungnya Bapak lagi jadwalnya off di hari Rabu itu, jadi udah ada mandornya deh. :D

Saya hampir tidak menemukan kekurangan Kresna Decoration, ada sih kekurangannya, tapi ini hal yang minor kok.. Yaitu Kresna Decoration kurang teliti menghitung jumlah kursi. Saya berencana sewa kursi 50 pcs dan sudah tercatat saat Kresna Decoration menerbitkan invoice, namun yang datang hanya 46 pcs karena ada kesalahan perhitungan. But it’s okay, untungnya di rumah masih banyak kursi cadangan yang bisa dipakai jadi saat acara berlangsung tamu-tamu tetap kebagian kursi. :)


Catering: Susie Flower
Untuk memilih vendor catering, effort saya gak banyak-banyak amat. Di Bogor, saya sudah percaya banget sama masakan team-nya Tante Yani yaitu Susie Flower Catering. Berhubung catering ini yang keluarga saya pakai pas khitbah Atin dan pernikahan Atin (panggilan ke Kakak saya) 9 tahun yang lalu. Dan, keluarga besar puas banget sama rasa masakannya! Saya sangat merekomendasikan vendor ini karena:


  • Rasa makanan sudah pasti enak banget. Saya sangat rekomen untuk pesan dendeng balado dan zupa soup karena ini super bikin lidah meleleh… hehehe.
  • Dekorasinya bagus dan classy, apalagi pas lamaran saya memilih warna taplak meja maroon dan cream dari Susie Flower, dan  Alhamdulillah, nyatu banget sama warna tenda dan tema lamaran saya yang bernuansa marun, peach, dan ungu.


Untuk menu lamaran, saya pilih menu di bawah ini sesuai dengan rekomendasi Tante Yani, karena menurut Tante Yani menu-menu di bawah adalah best-seller-nya Susie Flower:
-                 Nasi Putih
-                 Ayam Kodok
-                 Dendeng Balado
-                 Sup Buntut
-                 Salad Thailand
-                 Buah-buahan
-                 Puding Coklat dan Karamel
-                 Lasagna

Lagi-lagi, saya nggak kecewa dengan masakannya Susie Flower. Super super delicioso! Malah kalau disebutin minus-nya dimana, saya bingung menyebutnya. Karena Susie Flower mengerjakan semuanya dengan perfecto, mulai dari meja dan dekorasi yang sudah diantar sejak H-2 acara, menu yang datang tepat waktu dan bonus porsi yang banyak :D Tante Yani juga kasih bonus singkong rebus dan kue surabi imut yang rasanya enak-enak juga. Alhamdulillah dapet banyak bonusan :p

Make Up: Tesa Hermanike (Jakarta)
Kyaaa, ini yang bikin saya deg-degan parah! Ada kejadian sedikit “gila”. Tanpa perlu saya ceritakan detailnya lah ya, intinya jam jam 12 malam teng tanggal 1 Agustus, make up artist saya baru fixed! Baru confirmed siapa orangnya. Okay, beruntung banget yah nemu make up artist yang masih bangun jam segitu buat terima orderan saya lewat LINE, bikin tegang hehehe. Namanya Mbak Tesa Hermanike, saya memang sudah follow Mbak Tesa di Instagram @tesa_hermanike_makeup. Menurut hasil yang saya lihat di Instagram, make up nya simple, flawless, bikin tirus namun tetap bikin mangling lho.Oh iya, Mbak Tesa ini kuliahnya jurusan Cosmetology Universitas Negeri Jakarta. Bingung kan? Nah saya juga bingung ternyata ada jurusan itu di Indonesia. hehehe. *gaknyambung*

Nah, berhubung Aldis sukanya sama make up natural dengan warna lipstick nude *ciyeciye* akhirnya saya request ke Mba Tesa untuk didandani senatural mungkin untuk acara lamaran ini. :D

Dan memang iya terbukti, Mbak Tesa berhasil membuat saya yang kucel urakan jadi lady dengan alis cetar membahana berkat sentuhan Anastasia Beverly Hills Dip Brow Pomade lengkap dengan lipstick nude MAC Kinda Sexy hahaha *tetep*





Saya sangat merekomendasikan Mbak Tesa untuk make up lamaran, kondangan, siraman, atau special occasion lainnya yang membutuhkan make up natural look. Kalian bisa lihat hasil tangan ajaibnya di account Instagram @tesahermanike_makeup. Kalau mau tanya Price List, bisa langsung email saya yaa.


Kira-kira itulah list vendor beserta review yang saya pakai ketika lamaran. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang akan lamaran, mungkin? Hehehe. Foto-foto menyusul ya teman-teman, berhubung belum saya pindahkan dari handphone. Hehehe.

Punya rekomendasi vendor untuk daerah Bogor, Depok dan sekitarnya? Ikutan share yuk!


Yours truly,
Leila Fadilla


Monday, August 10, 2015

Got engaged!

Halo!

Seperti biasa, Dilla kalau posting pasti angin-anginan deh. Lama menghilang ngapain aja ya? Kok Dilla lama menghilang, kemana ya? *kayak ada yang nyariin aja gitu* :p


Jadi ceritanya, Dilla got engaged.

(hah???)


Hahahaha. Saya juga bingung mau mulai dari mana ceritanya.

Jadi, singkatnya begini. Bulan Februari kemarin, seorang teman baik ngenalin saya sama temannya, Aldis. Iseng-iseng aja sih, kata si teman: "kalau cocok lanjut, kalau enggak yaudah nambah teman.". Sebenarnya timing-nya gak tepat waktu itu, karena pas lagi jaman-jamannya saya nggak kepikiran sama sekali tuh buat kenalan sama laki dan di otak saya saat itu juga cuma pengen sekolah keluar negeri titik hehehe. Jadi saya nggak punya ekspektasi berlebihan pas kenalan.

Habis kenalan dan ngobrol-ngobrol lewat Whatsapp, hmmm anaknya kok seru ya buat ngobrol yang aneh-aneh, obrolan yang agak mikir buat ngejawabnya dan obrolan tentang point of view sesuatu. Lama-lama saya sadar, ternyata untuk ukuran dua orang yang baru kenalan *ciye*, saya dan Aldis teryata gak butuh waktu lama ya untuk mengenal masing-masing. Menurut saya saat itu Aldis juga anaknya humble dan enak banget diajak berkomunikasi - mungkin karena he has good knowledge kali ya. Sampe-sampe, saking nyamannya ngobrol sama Aldis, topik pembicaraan kami waktu baru kenal udah nyerempet-nyerempet ke pandangan hidup *ciye lagi*, visi berkeluarga dan bagaimana misi diri kita masing-masing untuk membangun keluarga itu. Berat yeee, obrolan kita berasa “sok tua” waktu itu. *ini geli sendiri nulisnya*

Tapi pada dasarnya saya emang nggak mau sembarangan kenal sama laki dan deket ama laki gitu lho sekarang. Semacam trauma kali ya, males kenalan sama orang baru terutama ngejalanin proses pendekatannya itu. Saya aja pernah bilang sama diri sendiri, pokoknya gak mau deket sampai nikah sama stranger, maunya sama yang sudah kenal deket alias teman sendiri! *garis keras* tapi saya sedikit menyesal bilang seperti itu karena seolah-olah sudah mendahului Allah. Karena kenyataannya sekarang, malah didekatkan sama stranger :p

Selain itu, saya juga sedang belajar tentang bagaimana mendefinisikan orang yang kita butuhkan, jangan sampai si laki sudah terlalu jauh berperasaan sama kita tapi ternyata belum bisa menjawab kebutuhan kita. Saya ingat betul Pak Bos di kantor pernah bilang, kita harus bisa definisikan kebutuhan kita walaupun kita gak tau kapan akan ditunjukkan jodohnya. Saya pun mengamini pernyataannya, ya, minimal kita bisa jelaskan yang bagaimana yang kita mau di dalam doa-doa kita supaya didekatkan dengan kebutuhan kita tersebut, insya Allah. Jadi kalau kenal orang baru yang nggak sesuai dengan yang kita butuhkan, mending gak usah dilanjutin deh daripada sakit hati.

Gak perlu lama-lama buat saya dan Aldis untuk memutuskan akan mengenal masing-masing lebih jauh. Tiga April, Aldis mengutarakan niatnya untuk menjalani hubungan yang lebih serius dengan Saya. Hmmm. Saya pun sempat shocked karena jarak antara kami kenalan sampai akhirnya memutuskan untuk serius deket banget. Ketemu juga belum sepulu kali. Udah gitu saya tinggal ke jalan-jalan juga 10 hari-an, lama kan? hehehe. Tapi pas Aldis bilang "Dil, aku mau serius.", saya langsung skimming review gitu tentang sosok Aldis. Apakah itu gerangan yang bikin saya bilang OK sama dia?

Adalah... Al tipe orang learning. Tipe orang yang kerap melakukan continous improvement, rajin kontemplasi, rajin muhasabah, apalagi yah... yah rajin introspeksi diri lah. Sementara saya? anaknya keras kepala, sok pinter, sok ideal, berasa paling bener sedunia dan gak bisa dibilangin sama orang yang gak saya panut. Pada dasarnya saya tipe orang learning juga sih *pembenaran*, tapi kekurangannya, banget, saya hanya learning untuk sesuatu yang saya benarkan. Huhuhu sedih ya. Sehingga saya butuh sosok learning yang bisa lihat sesuatu dari berbagai sudut pandang untuk bisa menyadarkan saya. Dan, Al berhasil melakukan itu sebelum saya suka beneran ama dia!

Udah gitu... Saya pernah ngobrol tentang bagaimana sih strategi mendidik anak-anak nantinya... supaya anak disiplin, rajin ibadah, dan sebagainya. Yah saya bilang aja kalo saya gak mau sembarangan, saya harus bisa perlakukan anak sesuai usia dan positioning sesuai usianya, bla bla bla.. Nah, saya pikir kan dia bakal ak uk ak uk hmmm doang tuh dengerin saya ngoceh tentang nanti mau gimana, bakal gak paham sama apa yang saya diskusikan. Eh ternyata... dia bahas tentang Bapak Durhaka. Panjang lebar Al ngejelasin tentang konsep Bapak Durhaka yang bakal dia hindarin banget. Intinya, Al gak mau jadi Bapak yang gak punya kontribusi apa-apa dalam mendidik anak nantinya. Siapa sih yang gak melting disuguhin sama pria berkonsep dan berprinsip kayak begitu? hahahahaha. Okay, you made it again, Al. Saya luluh beneran kali ini. Saya kalah.

See, saya nggak define dia dengan hanya bilang dia baik, perhatian, dan ngemong. Menurut saya itu aja nggak cukup sih. Yang kayak begitu udah kayak kacang goreng. Banyak! Dan.. atas dasar alasan di atas itu lah, saya memberanikan diri buat ngejalanin yang lebih serius sama Aldis. :)

Aldis bilang, kasih waktu enam bulan untuk dia bisa kenal saya lebih jauh dan melangkah ke hubungan yang lebih serius lagi.

Tapi.


Ternyata...


Tujuh belas Mei, Aldis melamar saya. Di parkiran mobil Gedung Sasana Kriya, pas pernikahannya Dep sepupu saya.

Sungguh, ini super gerak cepat, dan gak ada romantis-romantisnya hahaha.

Saya pikir saat Aldis melamar saya, someday saya akan dibawa candle light dinner di sebuah restoran roof top di Jakarta sambil dikasih surprise bunga ala-ala – like he did beberapa minggu sebelumnya, ngirim bunga mawar segambreng ke kantor. :D

In fact, saya dilamar di parkiran mobil tanpa kata-kata sayang dan cinta di dalamnya. Tapi inilah yang tepat. Saya butuh komitmen. Untuk itu saya percayakan komitmen saya untuk Aldis.

Tiga belas Juni, Aldis mengutarakan niat baiknya untuk meminang saya kepada kedua orang tua saya. Alhamdulillah, orang tua saya menghargai niat baik Aldis serta rencana Aldis untuk datang membawa keluarganya untuk proses khitbah resmi pada tanggal 1 Agustus.

Dan.. Satu Agustus, we got engaged! Alhamdulillah acara berlangsung dengan lancar dan hikmad, walaupun sedikit ada kendala mati listrik di siang bolong, sehingga acara dimulai tanpa sound system - untung tamunya gak begitu banyak. Namun demikian, saya tetap bersyukur dengan plus minus yang ada. Alhamdulillah.


Sebelum saya selesaikan blog ini, ada beberapa nasihat Papa dan Papanya Aldis yang insya Allah akan selalu saya ingat dalam perjalanan saya menuju pernikahan, dan mungkin jadi bekal buat saya dan Aldis di kehidupan setelah pernikahan nanti (aamiin).

Marriage is about to build commitment, to communicate and to respect each other. – Papa Dilla to Aldis

There is no domination in marriage life. It’s all about team work. – Papa Dilla to Dilla

Shalat, doa dan sabar adalah senjata terampuh dalam menghadapi situasi apapun. – Papa Aldis to Aldis

Dari beberapa pilihan, pilihan terakhir yang terbaik. Pertahankan itu apapun tantangannya dan sama-sama solid. – Papa Aldis to Aldis

Well, mohon doanya ya teman-teman. Semoga seluruh persiapan kami lancar, semoga Allah membantu kami mewujudkan rencana pernikahan kami. Semoga Allah membukakan pintu kebaikan kepada kami sebanyak-banyaknya, insya Allah. Aamiin.

Okay, di postingan berikutnya saya akan memberikan review mengenai vendor yang kita ajak kerja bareng pas lamaran. Semoga bisa jadi ide atau referensi buat teman-teman semua ya.



Salam hangat,
Dilla

Tuesday, May 7, 2013

Ernestito

"Nanti kalo punya anak namanya Ernestito, ah."
Now playing: Ernestito - SORE
Dasar latah.

Wednesday, May 1, 2013

Menghitung Hari

Ini baru namanya bener-bener menghitung hari. Mau pisah sama temen-temen kantor aja rasanya galau kayak udah tau pacar sama jodoh beda orang.

Wednesday, December 26, 2012

#1's Lesson: Karate

Bisa dibilang, karate adalah hidup gw. Walaupun gw gak menjalani latihannya setiap minggu dan cita-cita jaman SD untuk jadi jadi atlet karate dunia pun gagal, tapi olah raga ini tetep punya tempat di sini #nunjukkedada #salahfokus. Hahaha. But it's totally serious.


Dimulai dari banting setir jaman SD, kelas 3 SD gw ikutan seni tari. Saat itu seni tari agaknya menjadi sebuah ekstrakurikuler mainstream di kalangan cewe cewe SD Bina Insani. Di pikiran gw, kalo gw gak ikutan tari, gw ga bakal tau gosip-gosip terhangat seputar anak-anak kelas. Oke. Akhirnya gw mencoba SENI TARI.


1 bulan, 2 bulan, 6 bulan gw latihan seni tari di sekolah, tidak sebulan pun gw menemukan chemistry dengan seni gerak gemulai ini. Desperate? Pastinya dong. Gw udah usaha mati-matian supaya tangan gw lentur, tapi tangan kaku tetaplah tangan kaku, sakit bok kalo dipaksain. Hahahaha. Tapi ya gimana, kalo gw gak ikut seni tari, pastilah gw jadi anak paling ketinggalan jaman di kelas. Sudah ikut seni tari pun gw masih ketinggalan gosip karena temennya dikit. Maklum, kata temen-temen, gw galak. Ampun, emang dasar anak SD.


Sampai pada akhirnya di bulan kesepuluh, diadakanlah pemilihan calon anggota tari betawi untuk pekan apresiasi seni di sekolah, tarian yang paling sulit yang pernah gw pelajari, dimana tangan lo harus lentik dan pantat harus disonggengi supaya gerakannya makin indah. Mana tahan kakaaak. Dari awal gw udah tau, kalo yang terpilih hanyalah wanita real, bukan yg casingnya doang kayak gw ini. Prediksi gw, gw hanya jadi penari cadangan atau malah ditaruh sebagai penari tarian paling gampang. Dan kebeneran aja, gw gak kepilih jadi penari tari betawi, akhirnya gw jadi penari tari indang, itupun bukan ditunjuk, melainkan menunjuk diri sendiri karena penasaran sama tariannya. Sejak saat itu gw putuskan untuk menyudahi ikutan seni tari, dengan syarat harus tampil semaksimal mungkin ketika apresiasi seni nanti.


Apresiasi seni berakhir, BAHAGIA! gw sudah lepas dari belenggu seni tari yang penuh drama #alah. Kelas 4 dimulai, lembar baru pun harus dimulai, kata gw di dalam hati. Tapi jujur, ketika harus memilih akan ikut ekstrakurikuler apa nantinya, gw agak pusing. Pada saat itu gw suka menggambar, main piano, dan main roller blade. Tapi suasana seni lukis itu membosankan, ekskul piano dan roller blade juga tidak ada. Akhirnya gw memutuskan untuk ikutan... Karate!!! Ya karate. Pilihan random, karate!!!


Tak disangka tak dinyana, gw suka banget sama olah raga bela diri ini. Rasanya sampai apapun gw korbanin deh supaya bisa latihan karate. Kegigihan gw buat latihan akhirnya membuahkan hasil, baru 1 tahun ikutan karate, gw berhasil menjuarai pertandingan karate tingkat kota Bogor. Rasanya bangga tak terkira, gak bisa gak senyum ketika itu. Apalagi punya piala, sampai pialanya dipeluk ketika tidur. Norak memang, tapi itu adalah bukti kecintaan gw sama karate. Sejak saat itu, gw rajin ikut kejuaraan, sampai akhirnya event kejuaraan tertinggi yang gw ikuti adalah Piala Mendagri ketika kelas 6 SD. Walaupun gak juara, tapi bangganya tak terkira kakak. Sungguh luar biasa.


Ikut karate nggak sebatas ketika ekstrakurikuler di SD, ketika SMP dan SMA pun olah raga ini gw lanjutin. Latihan ke INKAI pusat di Jakarta, gw jabanin. Latihan sampai harus dispensasi sekolah, gw jabanin. Semuanya buat karate. Rasanya ada yang hilang ketika gw gak latihan karate hari itu juga. Sampai akhirnya ketika kuliah, tidak ada UKM karate di kampus. Wah mati gaya pas tau itu. Gw juga suka berorganisasi, tapi rasanya kosong kalo gak ada karate. Alhamdulillah, akhirnya UKM karate berdiri di tahun keempat gw kuliah. Tanpa pikir panjang, akhirnya gw ikut karate lagi. Agak berat sih jika harus latihan rutin, karena saat itu gw sedang fokus dengan tugas akhir. Mana ada tawaran untuk ikut kejuaraan, waaah deg degan sekaligus penasaran pengen ikutan lagi. Pokoknya, gw harus bisa bagi waktu antara TA dan latihan. Walaupun pada akhirnya gw gak juara, tapi gw puas karena bisa latihan, bertanding, dan kenal sama temen temen karate di kampus.

Nah ini dia team karate gw di kampus. Ini adalah foto ketika kami ikut kejuaraan pertama kali. Team yang kecil, namun solid. Cewenya cuma ada 2, gw dan Icha. Sisanya cowo semua. Inget banget dulu latihannya sehari 2 kali, pagi dan sore, alhasil pagi, sore, dan malem ketemu mereka lagi. Sampe hafal sifatnya masing-masing gimana. Aaa gw kangen kaliaan! :-)


masa-masa pemusatan latihan ;)


H-2 pertandingan: sikat matras bareng-bareng :)


Sampe sekarang, kalo ditanya kegiatan apa yang paling berkesan, jawabnya banyaaak. Tapi kegiatan apa yang banyak ngasih pelajaran, jawabnya karateeeeee!


Osh!

Monday, December 24, 2012

Kita Ini Nelayan

"Kita ini nelayan. Ketika cuaca bagus kita dapat banyak ikan, ketika cuaca buruk kita bisa tenggelam, maka dari itu butuh skill yang adaptif."
@robymuhamad

Most Useful Android Apps versi Brilliant Idealist


Jadi ceritanya, gw ingin memaksimalkan penggunaan tablet bekas yang gw beli ini. Dari awal beli dari bos gw sekitar 5 bulan yang lalu, gw punya target kalo tablet ini harus berguna sebagai:



Schedule Organizer
Ini penting banget. Gw adalah anak yang berantakan yang ngerjain apa-apa berdasarkan antrian yang gw buat sendiri di otak gw. Gw hanya memvisualisasikannya di otak tapi ga di tulisan. Akibatnya, gw sulit menentukan skala prioritas karena visualisasi gw sifatnya imajiner. Okay, noted. Berarti harus cari aplikasi scheduler.




Me-Organizer
Lho, kok Me-Organizer? Apa bedanya? Nah ini beda. Me-Organizer ini lebih ke "how to manage those kinda fuckin girl's thingy". Emang apa aja sih masalah yang selalu dialami cewek dan susah untuk di-manage? Ada banget! Ngatur perasaan ketika memasuki periode PMS dan ngatur keuangan untuk gak selalu belanja karena lapar mata. Poor me, gw miss banget untuk kedua urusan di atas. Maka dari itu, gw harus cari PMS scheduler dan aplikasi buat ngatur duit. Seenggaknya gw tau kapan saatnya gw jadi monster - karena memasuki fase PMS, serta tau, barang apa yang gw butuh, bukan yang gw pengen.




Inspirative Idea
Sebagai orang yang bekerja di dunia digital media, suplemen berupa hal-hal inspiratif dan kaya ide mau gak mau harus dijejelin ke otak gw. Setiap saat, secara ga sadar, otak lo harus mengeksplorasi ide menarik, adaptif, applicable, dan engaging. Untungnya, gw suka untuk mengeksplor hal ini. 
Mulai suka tepatnya. Paling enggak, kuota internet yang udah lo punya jangan dibuang-buang buat download games dan cuci mata di Instagram doang. Maka dari itu, sepakat, gw harus cari aplikasi portal berita kreatif or whatever lah namanya.


Setelah gw menimang dan mempertimbangkan *edisi yang lebay banget gak sih* akhirnya gw memutuskan deretan aplikasi inilah yang memenuhi kebutuhan gw di atas!



Schedule Organizer: AnyDO
Aplikasi ini sederhana banget. Gak banyak gaya. Tampilannya aja sederhana, bisa dalam bentuk aplikasi atau widget. Gw sendiri menaruh aplikasi ini di halaman depan sebagai widget. Gw seneng pake scheduler AnyDO soalnya bisa synchronized sama Google Chrome. Pekerjaan gw banyak menggunakan browser karena harus ngenet, makanya begitu kita klik logo AnyDO di Chrome, schedule dan to-do-list yang udah lo buat di Tablet lo langsung muncul! Ide yang sederhana banget, tapi useful buat penggunanya.




Me-Organizer: LoveCyclesMe dan Money Lover
Yap! Aplikasi gratisan dari Google Market ini akhirnya terpilih menjadi Me-Organizer yang paling yahud. LoveCyclesMe adalah aplikasi Android yang punya tugas menyimpan data periode menstruasi kita. Kita cukup masukkin tanggal berapa hari pertama menstruasi kita dimulai. Jika sudah, dia akan memprediksi siklus mens bulan berikutnya. Kalo mau siklusnya predictable, ketika pertama kali menggunakan aplikasi, kalo bisa kita masukkin 2 periode menstruasi terakhir supaya aplikasinya bisa adaptasi sama periode menstruasi kita. Entah algoritma apa yang dipake, apakah cuma algoritma jumlah hari bulan sebelumnya ke bulan berikutnya dibagi jumlah siklusnya, tapi prediksi aplikasi ini cukup tepat kok. Akurasinya hampir 100%, in case siklus menstruasi kita lancar ya. Kalo agak meleset, misalnya tanggal dapet bulan depan diprediksi adalah tanggal 2 eh ga taunya dapetnya tanggal 6, kita bisa ubah tanggalnya dan aplikasi ini akan adaptasi lagi dengan jadwal kita. Simpel banget. Selain itu, kita juga downlosd widgetnya yang menunjukkan countdown menuju D Day si tamu dateng ;)


Sedangkan MoneyLover adalah aplikasi terpilih untuk manajemen keuangan kita. Sebenernya aplikasi ini sederhana *sederhana terus hahaha, hanya mencatat pengeluaran, pemasukkan, manajemen hutang, dan manajemen peminjam. Enaknya, kita bisa melihat grafik persentasi pengeluaran kita abisnya kemana aja, apakah untuk makan, belanja, jalan-jalan, dan sebagainya. Selain itu kita juga bisa ngeliat grafik trend keuangan kita, apakah lebih besar pasak daripada tiang, hehehe.



Inspirative Idea: StumbleUpon!
Pasti aplikasi ini udah terkenal banget. Browsing berita terbaru, fakta-fakta unik, dan asiknya semuanya dikategorikan. Butuh fakta ilmiah, tinggal buka kategori ilmiah. Butuh quotes, tinggal buka kategori random quotes. Asik bangetlah. Gak harus ke Mbah Google dulu untuk browsing hal menarik yang gak kita duga.



Nah kira-kira itulah aplikasi yang saat ini nemenin gw terus, 24 jam full. Semua aplikasi yang gw pilih berangkat dari ide-ide sederhana milik orang-orang brilian di luar sana. Subhanallah.

Tuhan menciptakan manusia dengan segala kecerdasannya, sampe akhirnya bikin barang yang namanya tablet dengan OS Android super canggihnya, jangan sampe disia-siain. Siapa tahu berangkat dari pengguna, lanjut menjadi penyuplai aplikasi bagi para pengguna lainnya :-)