Wednesday, November 8, 2017
Kisah Menyusui Zaid
Thursday, October 12, 2017
Anti-mainstream Japan Trip 2015: [Day 1] Osaka
Rute perjalanan kami hari ini adalah Osaka Museum of History - Osaka Castle - Osaka Castle Park - Dotonbori - Hotel. Tapi kami skip ke Osaka Museum of History karena takut ketiduran di dalam museum, hahaha. Enggak sih, sebenarnya karena menghemat energi saja, karena kami sudah tidak sabar ingin melihat Osaka Castle dan mekarnya pohon plum di Osaka Castle Park. Alhamdulillah pas kami ke Osaka Castle, tempatnya lagi nggak begitu ramai, jadi kita bisa foto-foto dengan leluasa dan alay dengan leluasa :)))) tapi sayang aja, sih, menurut saya pribadi ya, Osaka ini tidak sebersih apa yang saya bayangkan. Ketika kami sedang mengitari Osaka Castle, kami menemukan cukup banyak sampah, bekas tissue, dan bekas makanan bertebaran. Tapi positive thinking saja, sih, mungkin petugas kebersihannya belum melakukan inspeksi rutin berkala yang dilakukan di jam-jam tertentu itu kali ya.
Setelah kami menggila bersama - mulai dari foto di antara pohon plum bermekaran, makan es krim Glico di terowongan subway Osaka ((yang berujung pilek selama jalan-jalan, nyesel abis!)), Ke Dotonbori, foto di depan patung Glico, again makan es krim di suhu 5 derajat celcius (ini sih namanya nyari penyakit), pukul 22:00 kami kembali ke Hotel untuk beristirahat dan packing untuk kepindahan ke Kyoto besok.
Saturday, July 29, 2017
Anti-mainstream Japan Trip 2015: Perintilannya
Tuesday, July 25, 2017
Anti-mainstream Japan Trip 2015: Itinerary
Bulan keempat saya cek rute perjalanan dalam kota yang mungkin bisa ter-cover dengan JR line, jadi bisa gratisan; harga tiket masuk daerah wisata yang akan dikunjungi; serta finalisasi budget. Untuk itinerary di atas, kami menghabiskan budget kurang lebih 10 jutaan, sudah termasuk JR PASS. Jadi hitungan kasarnya saya bawa uang cash yen sebesar 7 jutaan ketika berangkat. Bisa hidup antar kota? Bisa. Ini sudah pulang lagi, sudah kewong, dan sudah punya anak. Hehehe.
Sembilan puluh persen perjalanan saya di Jepang persis dengan itinerary ini, berhasil terealisasi. Memang ada beberapa destinasi yang kami batalkan karena, ehm, kami semua kehabisan tenaga. Hahahaha. Tidak bisa dipungkiri memang gobyos banget rasanya jalan-jalan dengan itinerary sepadat di atas. Tapi ya namanya juga di negeri orang, kalau kenapa-kenapa siapa yang mau bantu kita-kita?
Friday, November 18, 2016
Papa Berkata
Kira-kira seperti ini momen sederhana yang sangat menyentuh saat Papa memberikan ucapan selamat kepada saya saat baru lahiran kemarin. Papa memang tidak ada di hari kelahiran Zaid karena sedang ada dinas ke luar kota, jadi baru ketemu saya sekitar 5 hari setelah melahirkan.
Papa: gimana Dil rasanya jadi Ibu?
Dilla: ya gitu deh Pa.. Berat juga yak hahahaa *kebiasaan mengalihkan dgn ketawa, biar gak keliatan galau hahahaa
Papa: ya.. Itulah namanya takdir, jadi seorang Ibu.. Yg memang begini prosesnya..
Kemudian saya masuk kamar ceurik cirambaaaay... Merasa bahwa tugas saya sekarang sangat berat.. Hehehe. Entahlah. Gak tahu kenapa di bagian kata TAKDIR begitu nyata bebannya.
Alhamdulillah habis itu ditenangin sama Mas Aldis "Allah gak akan kasih anak kalau kita belum siap.. So, insyaa Allah ya Nduk.."
Bismillahirrahmaanirrahim.
Cheers,
Dilla, Aldis, Zaid
Welcome to the world, Baby Zaid
Alhamdulillah, telah lahir pelengkap keluarga kami Zaid Affan Ramadhan pada tanggal 24 October 2014 pukul 20.13.. Mohon doanya semoga Zaid kelak tumbuh menjadi anak yang soleh, sehat wal afiat, serta selalu berbakti kepada kedua orang tuanya. Aamiin yarobbal alaamiin.
Zaid lahir melalui proses sectio caesaria yang sangat tenang dan disadari oleh kedua orang tuanya. Insyaa Allah tidak ada trauma birth di antara kami bertiga. :)
So, selamat berlahir untuk kita bertiga, ya. Aku menjadi seorang Ibu, Mas Aldis menjadi seorang Bapak, dan Zaid hadir di antara kami..
Selamat datang di dunia parenting ya Mas Aldis.. Bismillah.. Jadikan aku sosok madrasah pertama yang baik untuk anakku, ya Allah. Jadikan Mas Aldis imam yang mampu menuntun kami menuju surgaMu, ya Allah. Aamiin.
Cheers,
Dilla, Aldis, Zaid
Sunday, September 4, 2016
Buku Gentle Birth Balance oleh Yesie Aprilia
Belakangan ini, banyak artikel di Internet yang menggadang-gadangkan Gentle Birth dan Hypnobirthing sebagai metode melahirkan yang sedang “in”. bagaimana tidak, sejumlah artis ibu kota seperti beramai-ramai menggunakan metode ini untuk menyambut tamu agung – anak – lahir ke dunia, seperti yang ditunjukkan oleh akun Instagramnya, di antaranya Ayudia Bing Slamet, Dewi Dee Lestari, dan lain sebagainya. Namun, apakah iya bahwa Gentle Birth dan Hypnobirth merupakan metode “in” yang modern? Nampaknya kita perlu telaah lebih dalam lagi ya filosofi ini kepada ahlinya supaya tidak salah kaprah dan salah pengertian akan ke”in”an nya ((halah)).
Mutar muter nyari buku, akhirnya perhatian saya tertuju pada buku Gentle Birth Balance karya Kak Yesie Aprilia dan Hypnobirthing karya Ibu Lanny Kuswandi.
![]() |
| sampul bukunya. foto diambil dari www.bukalapak.com |
Apa sih pengertian Gentle Birth?
Gentle Birth adalah proses persalinan yang menuntut kita untuk kembali merunduk ke alam, memercayai kekuatan tubuh yang memang didesain untuk melakukan "tugasnya", yaitu melahirkan keturunan (Gentle Birth Balance, halaman xx).
Menurut www.bidankita.com, website yang juga diasuh oleh Kak Yesie, Gentle Birth adalah metode persalinan yang tenang, penuh kelembutan dan memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia. Penolong dan pendamping harus membantu dengan tenang dan suara yang lembut, sehingga pada saat bayi lahir, suasana di sekelilingnya tenang, hening, dan penuh kedamaian. Proses persalinan yang tenang, lembut, santun dan minum trauma ini bukanlah sebuah Standard Operating Procedure (SOP) atau seperangkat aturan yang harus diikuti. Sebaliknya, itu adalah sebuah pendekatan dalam proses kelahiran alami yang menggabungkan nilai-nilai dan keyakinan yang dianut oleh wanita itu sendiri.
Bagi seorang ibu yang hendak melahirkan secara Gentle Birth, dia perlu merasa benar-benar aman, tidak hanya secara fisik, tetapi secara emosional dan spiritual. Dukungan dari orang terdekat dan orang yang mencintainya sangatlah penting. Dia membutuhkan cinta dari semua orang, dan kesabaran dan pengetahuan bahwa mereka memiliki iman dan keyakinan bahwa tubuhnya mempunyai pengetahuan yang sempurna untuk melahirkan bayinya (www.bidankita.com).
Apa yang harus dipersiapkan calon ibu untuk mencapai sebuah pengalaman Gentle Birth?
Gentle Birth membutuhkan persiapan sejak masa kehamilan. Baik persiapan fisik maupun mental calon ibu. Persiapan fisik meliputi latihan pernapasan, olahraga ringan, pijat, dan konsumsi makanan sehat. Mental ibu pun perlu disiapkan dengan rutin melakukan relaksasi hypno-birthing, meditasi, afirmasi positif, dan menjaga ketenangan jiwanya. Persiapan mental ibu menjadi hal penting yang akan memengaruhi kesuksesan Gentle Birth ini (www.bidankita.com). Saking pentingnya persiapan ini, jargon sakti milik Gentle Birth adalah KNOWLEDGE IS POWER. Yes, pengetahuan yang luas adalah kunci mempersiapkan keberhasilan Gentle Birth.
Kunci agar sukses Gentle Birth menurut buku Gentle Birth Balance:
High Knowledge
Mindfulness & Awareness
Healing Birth Trauma
Breathe
Relax Mind
Mind, baby and body balance
Mobility and gravity during labor
Gentle Birth Provider & Support
Nah, saya jadi mikir. Bila melahirkan secara pervaginam adalah proses yang alami, maka seharusnya proses alami tersebut bisa kita usahakan, dong, bukan proses yang instan "oke, pervaginam!" atau "oke, sectio caesarian!". Memang sih banyak "katanya katanya" dari teman-teman dan orang tua yang dapat membantu upaya agar melahirkan pervaginam, seperti contohnya "ngepel jongkok" dan "senam hamil latihan nafas huh hah huh hah", namun ternyata banyak sekali usaha fisik maupun mental lainnya yang harus kita lakukan, di luar inputan dari dokter kandungan yang kita pilih, untuk menuju kehamilan dan persalinan pervaginam.
Saya juga sadar, sih, zaman dulu kalau lahiran nggak perlu ke dokter. Cukup bidan atau dukun beranak. Bahkan ada yang lahirannya di tepi sawah sehabis mencangkul tapi masih sehat wal afiat setelah melahirkan, tanpa bius atau obat tambahan apapun, besoknya mungkin sudah kuat mencangkul lagi :D
Fasilitator Kesehatan dan Tenaga Kesehatan yang pro-normal saja tidak cukup untuk mendukung Gentle Birth.
Ngepel jongkok dan senam hamil huh hah huh hah apalagi, nggak cukup memberdayakan calon ibu yang mau lahiran pervaginam dengan gentle.
Orang ngomong "ih lahiran mah udah pasti sakit keles!" itu tidak selamanya benar, setidaknya bila kita sudah tau ilmunya ya.. Kalau nggak tahu ilmunya ya akan merasakan sakit luar biasa. FYI, ternyata ilmunya juga ilmu kedokteran lho, bukan ilmu abal-abal apalagi mejik. :)
Jadi, apakah tepat bahwa Gentle Birth adalah metode melahirkan "in" yang modern - seperti yang dikatakan pada artikel-artikel di internet?
KODIL
-
" tampilan blog mempengaruhi semangat atau engganya kita dalam menulis. if keramean then males bukanya, apalagi bacanya "...
-
Rehat Sejenak. Pernah nggak sih tiba-tiba kita kontemplasi? Kontemplasi yang tidak diniatkan terjadi. Kontemplasi yang mengalir begitu ...
-
It's all beyond my expectation to finally know you with this way. It's all beyond my expectation to know you as a kind and humble p...

